Saturday, July 2, 2011

Semangat Gotong Royong di Balik Penggarapan Film “Soul Quest”

Gaia Production menggelar jumpa pers di sebuah Mall di bilangan Cilandak, Jakarta Selatan pada Jumat (24/6/2011). Acara tersebut bertajuk, “Soul Quest Preproduction Ceremony.” Film “Soul Quest” ialah adaptasi dari sebuah buku autobiografi karya Anand Krishna (Gramedia Pustaka Utama, 2003, lantas diterbitkan juga di India pada 2005).
Isinya menggambarkan perjalanan hidup dan pencarian jati diri seorang anak manusia bernama Krishna Gangtani. Kini penulis produktif 140-an buku lebih itu lebih dikenal sebagai aktivis spiritual lintas agama.

Sesuai dengan latar belakang kisah aslinya di dalam buku, film ini juga akan digarap dengan melakukan perjalanan ke 3 negara. Yakni Indonesia, Jepang, dan India. “Soul Quest” dibintangi oleh Prashant Gangtani, Wulan Guritno, Ayu Dyah Pasha, dan Eliza.

Film ini menawarkan tontonan baru bagi pemirsa. Dengan menyajikan perjalanan penuh misteri untuk menemukan jati diri dalam ziarah kehidupan ini. Kisahnya memang berbingkai riwayat hidup Anand Krishna. Kendati demikian sejatinya lakon tersebut merupakan kisah semua pejalan spiritual yang sedang mencari jati diri.

“Soul Quest” diproduseri oleh Abdul Azis, dengan Co-Producer Putu Sri Yuliawati Maruo. Sedangkan, sutradara dibesut oleh Sitha Soerjo. Kemudian, sebagai Scriptwriter ialah Ari Syarif, DOP diampu oleh Yadi Sugandi, dan musiknya digarap secara khusus oleh Bona Alit.

Gotong Royong

Abdul Azis mengakui bahwa proses produksi film ini memakan biaya bermilyar-milyar. Kalau kami melalui tahapan secara profesional maka belum tentu film ini dapat digarap sekarang. Namun karena “Soul Quest” dibuat berlandaskan semangat gotong royong – meski dipersiapkan dalam waktu yang sangat mepet – proses pembuatan film ini dapat terus berlanjut. Bahkan kini kami siap melakukan syuting di Bali.

“Banyak sponsor yang secara tidak terduga bersedia mensponsori film ini. Bahkan termasuk para sponsor di Jepang” ujar Azis dengan penuh semangat.

Lantas ketika ditanya apa yang membuat Azis berani untuk memproduseri film ini. Azis dengan jujur menjawab, “Kisah dalam film ini menggambarkan perjalanan kita semua dalam menempuh kehidupan yang lebih baik. Semangat tersebutlah yang membuat kami yakin untuk tetap maju dan memproduksi film ini secara bergotong-royong.”

Perdana

Wanita dengan senyum manis secara jujur mengakui bahwa “Soul Quest” merupakan film perdana yang disutradarai Sitha Soerjo. Meski sebelumnya wanita berdarah Indo ini pernah studi perfilman. Sutradara wanita ini siap menggarap film tersebut dengan sebaik-baiknya. Sehingga dapat menyuguhkan tontonan yang bermutu bagi para pemirsa.

Menurutnya, tontonan dengan semangat Indonesia lah yang kita butuhkan sekarang ini. Lewat film ini Sitha mengajak semua penonton untuk berjalan bersama, “Karena film ini adalah film perjalanan kita semua dalam memaknai kembali kehidupan yang lebih baik” ujarnya dengan suara lepas.

Karir

Prashant Gangtani juga mengakui siap untuk berkarir di dunia entertainment. Ia akan memerankan Krishna Gangtani sebagai debutnya di kancah perfilman Indonesia. Anand Krishna kebetulan ialah ayahnya sendiri. Prashant akan beradu akting dengan aktris senior Ayu Dyah Pasha dan Eliza, seorang artis pendatang baru. Dyah maupun Eliza mengaku sangat senang dapat bermain di film “Soul Quest” ini.

Sementara itu Wulan Guritno akan memerankan Mahamaya. Tokoh ini merupakan personifikasi dari energi feminim. Wulan mengaku sedikit kesulitan dalam menghayati perannya tersebut. Agar dapat lebih mendalami perannya, Wulan lebih banyak membaca buku dan berdialog dengan penulis buku “Soul Quest”, Anand Krishna. Saat ini Wulan sedang mengandung, kendati demikian, ia mengatakan bahwa kehamilannya bukan merupakan sebuah hambatan, karena akting ialah jalan hidupnya.

Para pemain dan seluruk awak film “Soul Quest” dengan semangat gotong royong bertekad akan mempersembahkan yang terbaik untuk film ini. Silakan menyimak teasernya di http://www.youtube.com/watch?v=myWi-ROGB2M.

0 comments:

Post a Comment